Mimpi Aurat (Menurut Tafsir Islam)
BERIKUT TAFSIR / MAKNA / ARTI MIMPI AURAT MENURUT TAFSIR ISLAM
Barang siapa mimpi melihat bab auratnya terbuka, sedangkan ketika itu ia juga mengenakan pakaian sebagai penutupnya, maka boleh dita’biri bahwa 'aib (malu)nya nampak oleh manusia. Sesuai dengan kenyataan bab aurat yang nampak ketika dia mimpi.
Jika aurat yang nampak itu dalam keadaan dia telanjang tanpa pakaian, maka sebagai ta’birnya yaitu dia akan tersia-sia dalam urusan yang sedang dituntutnya atau urusan itu sudah terlepas. (sedemikian itu jikalau dikala itu tidak dalam menuntut sesuatu hal).
Barang siapa yang bermimpi menyerupai itu, padahal ia sedang menuntut hal-hal yang menyangkut wacana agama, maka memiliki ta’bir yang baik wacana 'ibadah dan zuhudnya.
Jika ketika itu sedang menuntut urusan keuangan, maka ia akan sukses dalam usahanya. Hal ini jikalau dia tidak telanjang lingkaran yang dilihat oleh halayak ramai. Namun jikalau hal ihwalnya sedemikian itu maka hal ihwalnya tidak baik.
Sebagian ulama beropini bahwa barang siapa yang mimpi telanjang lingkaran di pasar, masjid atau lainnya, dan tidak dilihat oleh halayak ramai dan tidak ada seorang pun yang mencercanya, maka boleh mengandung ta’bir bahwa dia akan menerima kelapangan dan keselamatan dari sakitnya serta terlepas dari seluruh dosa-dosanya. Dan jikalau ia punya hutang maka akan segera sanggup membayarnya.
Mimpi melihat batang leher yang dipikul dan kepalanya masih terlihat olehnya, jikalau ia seorang hamba sahaya maka akan dimerdekakan. Apabila sakit maka akan sembuh. Jika punya hutang maka akan segera sanggup membayar kontan. Bahkan kadang kala ia sanggup menunaikan ibadah haji. Jika dalam kesempitan maka Alloh segera Melapangkannya. Apabila dalam kekhawatiran maka akan segera aman.
Barang siapa mimpi bahwa ia menengahi dalam urusan kaumnya, maka ia menyempurnakan hal ihwal mereka. Kadang memengandung ta’bir pendarahan dari jasadnya, alasannya yaitu mimpi mendamaikan sesuatu urusan yang tidak begitu prinsip. Kadang juga mengandung ta’bir bahwa keuangannya bercampur dengan syubhat.
Mimpi menyembelih seseorang, maka bermaksud ia melaksanakan penganiayaan terhadap orang lain. Karena penyembelihan sesuatu yang harom disembelih hukumnya yaitu penganiayaan. Begitu juga jikalau seorang mimpi memaki kepada temannya, maka boleh mengandung ta’bir bahwa orang yang dimaki hal ihwalnya lebih baik daripada yang memaki.
Hikayat
Dikisahkan bahwa Abdulloh bin Zubair r.a melihat dalam mimpinya bahwa dia bergulat dengan Abdul Malik bin Marwan, dan ia mengalahkannya. Lalu ia memakunya dengan empat buah turus (tiang atau tonggak dr kayu dsb untuk mengukuhkan pagar) pada permukaan bumi.
Sesudah masuk waktu pagi, maka Abdulloh bin Zubair mengutus seorang lelaki untuk menanyakan ta’birnya kepada Syeikh Muhammad Sirrin Rohimahulloh dengan ketentuan utusan itu jangan menceritakan kepadanya, siapa nama orangnya yang kalah dan siapa pula yang menang.
Setelah utusan itu hingga kepada Syeikh Muhammad bin Sirrin maka ia menceritakan mimpi itu pada beliau. Syeikh Muhammad bin Sirrin menjawab: "Ini bukanlah mimpimu. Tidaklah sempurna mimpi ini, selain hanya mimpi Abdul Malik bin Marwan dan Abdulloh bin Zubair".
Kemudian utusan itu mengingkarinya dan diakui bahwa mimpi itu yaitu mimpinya sendiri.
Syeikh Muhammad bin Sirrin berkata: "Saya tidak akan menunjukan ta’bir itu, sehingga engkau mau menunjukan kenyataan yang sebenarnya".
Kemudian utusan itu menghadap pada Abdulloh bin Zubair dan menceritakan wacana keputusan Syeikh Muhammad bin Sirrin kepadanya. Lalu Abdulloh bin Zubair berkata: "Berangkatlah lagi padanya dan beritahukan bahwa yang mimpi yaitu saya sendiri".
Sesudah itu utusan segera berangkat lagi dan memberi informasi bahwa yang mimpi ialah Abdulloh bin Zubair dan dialah yang menumbangkan Abdul Malik bin Marwan. Beliau menjawab: “abdul Malik bin Marwan lah yang nanti akan menang atas Abdulloh bin Zubair, alasannya yaitu dialah pembunuhnya. Dan sesungguhnya bawah umur dari keturunan Abulloh bin Marwan lah yang berhak menjabat kholifah, alasannya yaitu dialah yang dipaku di permukaan bumi.
Maka sebagai kenyataan yang terjadi dalam tarikh Islam memang demikian. Sesuai yang dita’birkan oleh Syeikh Muhammad bin Sirrin Rohimahulloh Ta’Ala.
CATATAN / NOTE
Sebahagian dari mimpi yang kita alami mungkin yaitu mainan tidur (gangguan syaitan). Bergantung kepada waktu kita tidur dan kebiasaanya mimpi yang benar selalu berlaku apabila keadaan kita tidur dengan nyenyak terutama 1 jam selepas lena tidur sehingga sebelum waktu subuh. Setiap kasus yang berlaku, berserahlah kepada Qada dan Qadar kerana Allah SWT lah yang maha mengetahui.
Sebahagian dari mimpi yang kita alami mungkin yaitu mainan tidur (gangguan syaitan). Bergantung kepada waktu kita tidur dan kebiasaanya mimpi yang benar selalu berlaku apabila keadaan kita tidur dengan nyenyak terutama 1 jam selepas lena tidur sehingga sebelum waktu subuh. Setiap kasus yang berlaku, berserahlah kepada Qada dan Qadar kerana Allah SWT lah yang maha mengetahui.
0 Response to "Mimpi Aurat (Menurut Tafsir Islam)"
Posting Komentar