Mimpi Bintang (Menurut Tafsir Islam)


BERIKUT TAFSIR / MAKNA / ARTI MIMPI BINTANG MENURUT TAFSIR ISLAM

Bintang ta’birnya ialah : orang-orang yang mulia.

Mimpi melihat bintang dalam keadaan yang elok atau yang berubah dari yang semestinya, maka mengandung ta’bir dari kalangan orang-orang mulia dalam negeri itu.

Bintang Al Mirrikh, ta’birnya ialah : pemilik persenjataan raja.
Bintang Zuhal, ta’birnya ialah : pemilik siksa (algojo)
Bintang Al Musytari, ta’birnya ialah : bendaharawan Negara, dan adakala ta’birnya lelaki alim yang agung.
Bintang Zuhroh, ta’birnya ialah : Permaisuri raja.
Bintang ‘Uthorid, ta’birnya ialah : Sekretaris Negara (kerajaan).


Barang siapa yang bermimpi mempunyai bintang-bintang tersebut atau salah satu dari padanya, maka dia akan mempunyai kemuliaan berdasarkan kadar apa yang dimimpikannya.
Barang siapa yang bermimpi memelihara bintang-bintang, maka sebagai ta’birnya ialah dia akan mengatur urusan-urusan manusia.

Barang siapa yang bermimpi makan bintang - bintang atau sesuatu darinya, maka dia akan makan harta orang-orang mulia.

Dan apabila bermimpi melihat planet-planet berhimpun menjadi satu, maka menawarkan bahwa dia akan melakukan urusan-urusan orang mulia.

Dan mimpi melihat bintang-bintang berjatuhan dari langit bumi, sebagai mengambarkan akan ada siksaan dari Alloh SWT yang turun pada daerah yang dijatuhi bintang itu.

Mimpi bersama-sama dia memegang planet (bintang) dengan tangannya, sanggup dita’birkan dengan kelahiran anak yang mulia. Dan bermimpi bahwa ada planet yang jatuh dari langit, kalau yang bermimpi ialah orang kaya pasti dia akan menjadi fakir dan kalau dia fakir, maka akan sanggup mati syahid. Seandainya bermimpi melihat bintang mundur ke belakang, maka sebagai mengambarkan sebuah bintang yang terbit pada tempat-tempat yang sunyi, dan bermimpi melihat poros bulan (bintang) yang beredar, takwilnya ialah dia akan mengadakan perlawatan.


Hikayat
Diceritakan ada seorang perempuan tiba kepada syeikh Muhammad bin Sirrin sedang dia ketika itu sedang makan. 

Lalu perempuan itu berkata: “Sesungguhnya saya bermimpi dengan suatu mimpi yang mengagumkan”. Beliau berkata: “Cobalah ceritakan !”. 

Wanita itu menjawab: “Tidak, sehingga tuan tamat makan”. Setelah dia tamat makan, maka berkatalah kepada perempuan itu: “Cobalah ceritakan mimpimu itu !”. 

Wanita itu mulai bercerita: “Saya bermimpi melihat bulan memasuki bintang tsurayya (bintang yang menawarkan masa), setelah itu ada suara-suara memanggil saya : ”hai wanita, teruskan mimpimu itu kepada syeikh Muhammad bin Sirrin,lalu ceritakan berdasarkan apa adanya !”. 

Ketika mendengar kisah itu, kemudian dia memegang tangannya seraya berkata: “bagaimanakah mimpimu tadi?”. Lalu perempuan itu menceritakan kembali untuk kedua kalinya. Mendengar kisah itu, menjadi pucatlah wajah dia dan beliaupun bangkit sambil memegang perutnya. 

Mengamati insiden itu, saudara perempuan dia bertanya: “Mengapa wajahmu jadi pucat?”. Jawabnya: “Betapa tidak, sedangkan perempuan itu telah menyatakan bahwa saya akan tetap mati setelah tujuh hari lagi”. 

Kemudian nyatalah juga, bahwa setelah tiba hari yang ke tujuh, maka dia pulang ke haribaan Alloh Ta’Ala.

Ada kisah lainnya, bahwa ada seorang lelaki tiba kepada syeikh Ja’far Ash Shodiq r.a seraya berkata: 

“saya bermimpi bersama-sama saya memeluk bulan”. Beliau kemudian bertanya: “Adakah engkau masih bujang (belum berumah-tangga)?”. Jawabnya: “Ya masih bujangan”. Beliau berkata: “Engkau akan kawin dengan seorang perempuan yang paling baik dari para perempuan yang ada pada waktu perkawinanmu itu.”. 

Kemudian lelaki itu pergi dalam masa yang cukup lama, dan setelah itupada ketika dia menghadap lagi kepada Syeikh Ja’far r.a seraya berkata: “Ya tuan, saya telah mengawini seorang perempuan di suatu kota yang saya pandang paling baik sendiri, hanya saja malam tadi saya bermimpi seakan-akan saya membawa bulan”. Beliau menjawab: “Isterimu ini nantinya akan melahirkan seorang anak yang paling anggun pada masanya”. Lelaki itu berkata: “Demi Alloh, dia kini sudah mengandung”. Maka sebagai kenyataannya memang sempurna apa yang telah dita’birkan oleh Syeikh Ja’far Ash Shidiq itu.


Hikayat
Dikisahkan bersama-sama ibu Al Imam Syafi’i ketika mengandung pernah bermimpi seakan-akan bintang Al Musytari keluar dari liang rahimnya dan turun di kota Mesir.

Kemudian bintang itu meletup dengan bunyi letupan yang keras. Dan dari lantaran musabbab letupan tersebut, terbang melayang kejahatan pada seluruh negeri.

Lalu berdasarkan kenyataannya tidak ada kota maupun kampung melainkan di situ dituntut ilmunya dan dianut madzab (alirannya). Maka ketinggian martabatnya ialah sempurna berdasarkan apa yang telah dimimpikan ibunya.


CATATAN / NOTE
Sebahagian dari mimpi yang kita alami mungkin ialah mainan tidur (gangguan syaitan). Bergantung kepada waktu kita tidur dan kebiasaanya mimpi yang benar selalu berlaku apabila keadaan kita tidur dengan nyenyak terutama 1 jam selepas lena tidur sehingga sebelum waktu subuh. Setiap perkara yang berlaku, berserahlah kepada Qada dan Qadar kerana Allah SWT lah yang maha mengetahui.
Related Posts